Berguna juga untukku, latihan menulis.
Tapi... mood menulis itu datang pada saat yang tak tepat dan hilang pada saat waktu senggang.
Rajin berbagi, entah ada yang menyimak atau tidak.
Rajin berbagi, entah puitis atau kasual.
Rajin berbagi, entah penting atau tidak.
Rajin berbagi, entah menginspirasi atau hanya sekedar hiburan.
Rajin berbagi, entah menginspirasi atau hanya sekedar hiburan.
Salah satu contoh bahagia adalah merasakan nikmat berbagi. Sepertinya menarik berbagi cerita agar menginspirasi. Membuat perubahan, jangan untuk seluruh negri, untuk satu orang pembaca saja menyenangkan. Tapi bagaimana ? Apa aku bisa?
Aku selalu iri kepada orang-orang yang bisa menginspirasi hanya melalui tulisannya. Tapi tentu, dibalik tulisannya pasti ada berbagai pengalaman berarti. Dan, aku iri.
Selalu iri pada orang-orang yang berkesempatan memiliki pengalaman-pengalaman yang menarik dan inspiratif. Sangat menyenangkan dan penuh kejutan. Banyak hal untuk dibagikan kepada orang-orang, lagi-lagi, sebagai inspirasi atau hanya hiburan.
Juga selalu iri pada orang-orang yang berwawasan luas dan cerdas. Itu merupakan paket lengkap menghadapi segala kekeliruan di era sekarang ini. Kadang aku menemukan diriku insecure, takut menjadi bodoh. Orang bodoh bisa dibohongi, that's why I hate liars. Iya, aku takut dibodohi orang lain. Dan, hal seperti apa yang akan dibagi jika kita bodoh?
Hal terakhir yang iri-able adalah konsistensi. Pemalas seperti aku cenderung jauh dari kata konsisten. Menjalankan resolusi? Aku tak yakin bertahan 3 bulan. Salut kepada mereka yang konsisten merubah diri ke hal yang lebih baik dari segi apapun. Rajin beribadah, rajin olahraga, dan selalu berusaha menjadi orang baik; sulit untuk konsisten menjadi 3 hal ini. Klise memag, tapi sangat fundamental. Aku takut menua tanpa bekal apapun, takut menua tanpa ilmu baru, takut menua dalam keadaan sakit, dan takut menua menyesali perbuatan burukku.
No comments:
Post a Comment